Simposium PT Vale Dikritik Lembaga dan Tokoh Masyarakat Asal Luwu Timur

MAKASSAR,(inetnews.id)-–Simposium PT Vale yang telah dilaksanakan di Makassar baru baru ini, mulai menuai kritikan dari beberapa lembaga swadaya masyarakat.

Salah satunya Ketua Umum Front Kedaulatan Rakyat Indonesia (FKRI) yang juga Aktivis Penggiat kebijakan pemerintahan, Serta DPP LIRA selaku Wapres LIRA yg Juga menangani masalah Lingkungan Hidup, Ryan Latief.

“Kenapa harus jauh-jauh lakukan simpoisium ke Makassar dan justru hanya melibatkan Media Lokal, dan harusnya juga melibatkan tokoh masyarakat dan aktivis Lingkungan Hidup dan kalangan akademisi, ini kan sangat aneh”,terang Ryan Kepada Awak Media pada Sabtu,(11/01/2020).

Kegiatan itu terasa aneh sebab tidak melibatkan pihak terkait, apalagi isu soal energi terbarukan. Harusnya dibuka umum agar masyarakat bisa mengetahui apa yang di bahas dalam simposium tersebut.

Selain Ryan, salah satu Tokoh Masyarakat yang juga bertempat tinggal di Mokole Matano. Raja Matano yang juga Tokoh Sorowako yang berada di kawasan tambang PT.Vale juga mengatakan
,”PT Vale belum cukup 10 Tahun beroperasi khususnya di Sorowako, dan sebelumnya adalah PT Inco. Sebaiknya bila ada pemaparan yang disampaikan kepada pemerintah harus menghadirkan masyarakat yang berinteraksi langsung dengan dengan perusahaan”,ujar Mokole Matano, Yang Mulia H.Umar Ranggo.

PT Vale Indonesia menggagas Simposium bertajuk Energi Terbarukan Untuk Masa Depan yang diadakan di Hotel Four Point, Jumat

Wakil Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, menuturkan, Pemprov Sulsel sangat menyambut baik program ini untuk secara nasional, dan khususnya di Sulsel.

Visi Pemprov Sulsel bersama Gubernur Prof HM Nurdin Abdullah, Sulsel bukan zona wilayah tambang yang dapat berdampak sistemik terhadap isu lingkungan, sosial, dan ekologi, serta lainnya.

“Bencana dan kerusakan lingkungan sebagian merupakan akibat ulah tangan-tangan tidak bertanggung jawab, termasuk pertambangan yang tidak memperhatikan keseimbangan ekosistem,” jelas Andi Sudirman Sulaiman, yang saat kuliah merancang energi terbarukan.

Sementara, Deputi CEO PT Vale Indonesia, Febriany Eddy, mengungkapkan, PT Vale selama beroperasi selama kurun setengah abad ini terus mendukung Sustainable Development Goals melalui praktik-praktik penambangan yang baik (good mining practices).

“Kami di Vale, berinvestasi pada keberlanjutan, bukanlah sebuah nilai tambah, melainkan sebuah keharusan. Hal itu juga sesuai dengan misi perusahaan, yakni mengubah sumber daya alam menjadi kemakmuran dan pembangunan berkelanjutan. Untuk itulah, melalui Simposium ini, kami berharap dapat mengembangkan wawasan seputar isu keberlanjutan, saling, bertukar pikiran, serta mendalami praktik-praktik terbaik dalam sustainability,” jelasnya.

Leave a Reply