9 Mahasiswa UM Enrekang Dari KKN Di Thailand Masuk Karantina 14 Hari

Sul-sel (Inetnews), Gugus Tugas Covid-19 Enrekang melakukan pemeriksaan suhu tubuh kepada 9 mahasiswa KKN UM Enrekang yang baru tiba dari Thailand.

Pemeriksaan diberlakukan setibanya di Enrekang, termasuk barang bawaanbdan kendaraan di semprot desinfektan di Posko Siaga Covid-19 Enrekang, pada Senin 23 Maret 2020.

Menurut Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Haris Amin, (Dinkes Enrekang), setiba di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar terhadap 9 orang mahasiswa asal Enrekang itu diarahkan masuk posko dan langsung diperiksa oleh petugas gugus rugas Covid-9 Enrekang.

“mereka langsung ditangani petugas dengan thermo gun atau pistol pengukur suhu. Selain mengukur suhu tubuh, pakaian dan barang-barang bawaan mereka juga disemprot disinfektan,”jelas Haris Amin (23/3).

Lebih jauh dikatakan, kedatangan para mahasiswa dari luar negeri karena KKN akan menjalani prosedur karantina. “Setelah diperiksa, kita arahkan agar mereka melakukan karantina mandiri selalu 14 hari,” kata Haris Amin.

PLT Rektor Universitas Muhammadiyah Enrekang Yunus Busa menjelaskan, 9 mahasiswa ini sebelumnya magang KKN di Thailand Selatan, selama 5 bulan.

Sebanyak 8 orang program studi pendidikan bahasa Inggris dan 1 orang Program studi pendidikan guru Sekolah Dasar.

“Terdiri 2 laki-laki dan 7 perempuan asal Enrekang dan kita siap menginstruksikan mereka agar mematuhi arahan Dinkes,” jelas Yunus Busa.

Penempatan Karantina yang belum dipastikan lokasinya juga menjadi perbincangan masyarakat, sebab percuma dikarantina tapi dijenguk orang yang bukan ODP.

Dari keterangan Jubir Sutrisno, para mahasiwa yang baru tiba dari Thailand selatan, kemungkinan besar di satukan yang dikoordinir wakil rektor dan tim Dinkes konseling selama 14 hari kedepan.

Juga gugus tugas Sat pol PP sejak tim gabungan kendali dibentuk, belum berada dalam gugus tugas. Saran tim sebaiknya satpol PP ada di posko bergabung melaksanakan tugas Convid-19.

“tim yang ada (Dinkes) kewalahan menyemprot di posko karena mereka juga semprot di sekolah dan kantor jadi kita mohon keterpaduannya, “ucapnya

Masih dia, aksi desinfektan terus digencarkan di segala fasum yang ada dan semua (OPD) dan tenaga satpol PP mengambil bagian mensupports salah satu keputusan bersama forkopinda yaitu penyemprotan serentak pada hari rabu (24/3),”pinta jubir Sutrisno. (mas)

Mahasiswa UM Enrekang Dari KKN Di Thailand Masuk Karantina 14 Hari

Sul-sel (Inetnews), Gugus Tugas Covid-19 Enrekang melakukan pemeriksaan suhu tubuh kepada 9 mahasiswa KKN UM Enrekang yang baru tiba dari Thailand.

Pemeriksaan diberlakukan setibanya di Enrekang, termasuk barang bawaanbdan kendaraan di semprot desinfektan di Posko Siaga Covid-19 Enrekang, pada Senin 23 Maret 2020.

Menurut Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Haris Amin, (Dinkes Enrekang), setiba di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar terhadap 9 orang mahasiswa asal Enrekang itu diarahkan masuk posko dan langsung diperiksa oleh petugas gugus rugas Covid-9 Enrekang.

“mereka langsung ditangani petugas dengan thermo gun atau pistol pengukur suhu. Selain mengukur suhu tubuh, pakaian dan barang-barang bawaan mereka juga disemprot disinfektan,”jelas Haris Amin (23/3).

Lebih jauh dikatakan, kedatangan para mahasiswa dari luar negeri karena KKN akan menjalani prosedur karantina. “Setelah diperiksa, kita arahkan agar mereka melakukan karantina mandiri selalu 14 hari,” kata Haris Amin.

PLT Rektor Universitas Muhammadiyah Enrekang Yunus Busa menjelaskan, 9 mahasiswa ini sebelumnya magang KKN di Thailand Selatan, selama 5 bulan.

Sebanyak 8 orang program studi pendidikan bahasa Inggris dan 1 orang Program studi pendidikan guru Sekolah Dasar.

“Terdiri 2 laki-laki dan 7 perempuan asal Enrekang dan kita siap menginstruksikan mereka agar mematuhi arahan Dinkes,” jelas Yunus Busa.

Penempatan Karantina yang belum dipastikan lokasinya juga menjadi perbincangan masyarakat, sebab percuma dikarantina tapi dijenguk orang yang bukan ODP.

Dari keterangan Jubir Sutrisno, para mahasiwa yang baru tiba dari Thailand selatan, kemungkinan besar di satukan yang dikoordinir wakil rektor dan tim Dinkes konseling selama 14 hari kedepan.

Juga gugus tugas Sat pol PP sejak tim gabungan kendali dibentuk, belum berada dalam gugus tugas. Saran tim sebaiknya satpol PP ada di posko bergabung melaksanakan tugas Convid-19.

“tim yang ada (Dinkes) kewalahan menyemprot di posko karena mereka juga semprot di sekolah dan kantor jadi kita mohon keterpaduannya, “ucapnya

Masih dia, aksi desinfektan terus digencarkan di segala fasum yang ada dan semua (OPD) dan tenaga satpol PP mengambil bagian mensupports salah satu keputusan bersama forkopinda yaitu penyemprotan serentak pada hari rabu (24/3),”pinta jubir Sutrisno. (mas)

Leave a Reply