Korban Kebakaran Di Parombean Disambangi Bupati Muslimin Bando Berikan Bantuan

Sul-sel (Inetnews), Kebakaran rumah warga Enrekang nyaris tak henti hentinya melanda, malah tak jarang kasus kebakaran seperti di desa Parombean kecamatan Curio mengulang peristiwa yang sama sebelumnya dikecamatan Alla yakni jatuh korban meninggal dunia.

Kejadiaan tragis meluluh lantakkan harta dan nyawa, memang sulit ditentukan penyebab utamanya, kalo tidak soal listrik, ya listrik lalu PLN baru menyusul kompor atau penerangan lilin.

Pada kejadian kali ini juga disambangi Bupati Enrekang Muslimin Bando sekaligus melayat korban kebakaran di Batu Piak, desa Parombean, Kecamatan Curio.

Bupati dikenal dekat bersama warganya ini datang disertai ketua Baznas,Camat serta Kades setempat menyampaikan belasungkawa juga menyerahkan santunan kepada keluarga korban.

“Ini adalah musibah yang kita tidak harapkan. Apalagi sampai ada korban jiwa. Semoga keluarga diberikan ketabahan,” kata Muslimin Bando akrab inisial MB Emas (22/5).

Dikatakan MB, kebakaran sudah menghanguskan seisi rumah berdasar informasi petugas kebakaran itu disebabkan oleh korsleting listrik, akibat kabel didepan rumah korban terkelupas.

“kabel terkelupas menyebabkan arus pendek dan ada percikan api sehingga membesar mampu membakar apa saja, maka kedepan PLN lebih sigap merespons kerusakan serupa
mengingat kerugian yang ditimbulkan begitu besar,”jelasnya.

Menghadapi kejadian yang terus berulang Muslimin Bando akan tetap berupaya melengkapi fasilitas dan armada Damkar.

Menurut dia, Secara bertahap Pemkab terus mengupayakan peningkatan kapasitas armada Pemadam Kebakaran, agar mampu menjangkau pelosok dengan tepat waktu.

“Ini memang kendala kita selama ini jika ada kebakaran. Akses dan ketersediaan armada harus ditingkatkan jumlahnya sehingga mobilisasi armada Damkar akan lebih cepat mencapai titik sasaran,”paparnya.

Pada kasus kebakaran itu menewaskan anak usia 14 tahun, menghanguskan satu unit rumah beserta isinya, dan dua unit sepeda motor.

Kini rumah kayu panggung telah rata tanah itu dihuni oleh 9 orang, terpaksa mengungsi ke rumah kerabatnya. Langkah pemkab Enrekang pun turut berpartisipasi untuk kembali menbangun rumah bagi keluarga tersebut.

“Pemkab Enrekang akan memberikan bantuan, sementara sejumlah elemen telah menggalang donasi untuk korban,”tegqsnya.

Dia juga berpesan pada masyarakat, agar diperhatikan keamanan instalasi listrik dirumah masing-masing, dan segera lapor PLN.

“Jika hendak keluar rumah, memastikan tidak ada kompor, obat nyamuk, lilin dan sejenisnya yang menyala,”pinta MB.(mas)

Leave a Reply