Dewan Enrekang Mulai Pertanyakan Pemanfaatan Anggaran Covid-19 sebesar 15 Milyar

Sul-sel (Inetnews), Rapat dengar pendapat DPRD Enrekang bersama GT Covid pemda Enrekang membuka ruang atensi pendapat kritis dari kalangan dewan. Rapat dipimpin wakil ketua DPRD Enrekang Abd. Rahman Zulkarnain, SE.

Sorotan menonjol kalangan dewan yang mayoritas hadir atas keberadaan GT Covid-19 dinilai dewan kurang mendapat respon positif dari masyarakat luas, lemahnya program penanganan memutus rantai Covid-19 serta anggaran 15 milyar tidak digunakan maksimal.

Menurur Mustain S, penanganan Covid-19 yang dilakukan tim gugus ini, tercermin belum profesional setelah kemunculan beberapa kasus baru yang terkonfirmasi pasien virus Corona terus bertambah.

“ini bisa berkaitan daya serap untuk kebutuhan memutus mata rantai virus Corona tidak dilakukan efektif,anggaran yang disediakan hanya terserap 18 persen ini perlu ditahu dewan, kemana anggaran ini, “kata Mustain S (3/6).

Anggota dewan lain Runjaya K juga mencecar keganjilan lain yakni ketidakjelasan pemanfaatan dana Covid dari dana darurat APBD Enrekang 2019 sebesar 15 milyar.

Juga disesalkan dewan kelola Baznas Enrekang jalan sendiri tak pernah melaporkan perencanaan dan program kerjanya ke dewan.

“desakan tim anggaran saat 3 bulan lalu atas kebutuhan mendesak di depan dewan selama tiga bulan telah disepakati, tapi setelah masuk bulan Juni saat ini dari dana tersebut digunakan ternyata masih rendah”,sesal Runjaya K.

Kata dia, dana Covid diminta 15 milyar, terbagi beberapa OPD, antaranya BPBD 4,3 milyar sudah cair 1,5 milyar, Dinsos dijatah 2,7 milyar sudah cair 700 juta, RSUD Maspul mencairkan 300 juta dari 6 milyar dan Dinkes mendapat jatah 1,5 milyar sudah cair 400 juta.

“ini minta dana cukup besar ternyata realisasinya hanya sekitar 2 milyar sangat jauh dari harapan dewan, kita ini bertanya adakah uangnya pemda sebab realita dilapangan pemutusan rantai infeksi virus Covid tidak maksimal, “katanya.

Masih dewan Abd. Wahid Arsyad juga sangsikan kinerja tim gugus Covid yang memberikan penilaian positif dan negatif Corona berubah rubah. Membayangkan informasi TG covid soal pasien positif yang disesalkan masyarakat.

“dinyatakan positif Corona lalu meninggal maka diberlakukan protap pemusalaran tidak dimandikan, tidak dishalatkan, eh setelah dikubur pasien ini dibilang negatif Corona terpaksa mayat itu kembali digali untuk dikubur secara layak, jelas kinerja tim gugus tidak profesional, “cecar Abd.Wahid Arsyad.

Legislator Nasdem Hawa juga menyoal bantuan Dinsos yang dikucurkan pemerintah masih jauh dari yang diharapkan.

“banyak warga ditingkat kelurahan berteriak tidak mendapat bantuan Dinsos sementara iitu juga masyarakat kita, “tuturnya.

Hadir tim anggaran dan OPD suasana memanas di gedung dewan. Tampak Asisten I Syamsuddin, sekertaris BPKAD Permadi, ka BPBD Abdullah S, kadiskes Sutrisno, kadis Kominfo-Statistik Hasbar, ketua Baznas Mursyid SM,kadis perindag Abd. Wahab Cawidu,Dir RSUM dr. M. Yusuf.(sam)

Leave a Reply