Wabup Asman Dan Ketua DPRD Enrekang Respek Adat Maccera Manurung Desa Matajang Tetap Dilestarikan

Sul Sel (Inetnews),Wakil Bupati Enrekang Asman hadiri pesta adat Maccera Manurung desa Matajang, Kecamatan Maiwa bersama Ketua DPRD Idris Sadik, legislator Golkar Ismail Jafar, dan unsur forkopimda setempat.

Maccera Manurung adalah ritual adat untuk mengungkapkan rasa syukur masyarakat atas keberhasilan pertanian serta kesejahteraan kampung.

Acara inipun sesak masyarakat pendatang yang ditandai kegiatan bersih desa dan lomba rakyat permainan tradisional serta doa syukur pada Allah SWT.

Dalam rangkaian pesta adat maccera manurung juga wajib dilakukan para tokoh adat pengucapan pesan-pesan leluhur yang disampaikan serta santap bersama serta berbagai kegiatan adat lainnya.

Dalam sambutannya, Wabup Asman katakan Maccera Manurung adalah salah satu kekayaan budaya Massenrempulu yang harus dilestarikan. Pesta adat merupakan potensi wisata yang menarik.

Pesta adat inipula melestarikan Nilai pesan leluhur yang dibacakan pada Maccera Manurung, sarat dengan nilai-nilai positif.

“Ada pesan moral dari nenek moyang kita untuk para pemimpin, masyarakat dan kita semua sebagai ciptaan Tuhan yang maha esa,”tutur Asman (7/8).

Dikatakannya,nilai positif dalam bentuk melesrarikab budaya sekaligus pesan leluhur agar kita berlaku baik terhadap alam semesta.

Jika perlakuan kita bagus kepada alam, maka kita akan dianugerahi kelimpahan rezeki. Begitu pula sebaliknya.

“Ini semua pesan sangat berharga,untuk terus dihidupkan dalam tatanan sosial kemasyarakatan hidup berdampingan dengan alam,” ujar Ketua Nasdem Enrekang itu.

Selain itu, Asman juga mebgajak para tokoh adat dan masyarakat desa Matajang lebih memberikan inovasi maccera manurung lebih disempurnakan lebih baik.

Agar senantiasa pesan leluhur itu dibuatkan translasi dalam Bahasa Indonesia agar dimengerti masyarakat luas.

“Selain itu pesta adat ini jangan hanya jadi seremonial. Tapi diresapi maknanya dan menjadi pesan bagi seluruh generasi dan kalangan muda,”jelasnya.

Selain ramah tamah acara itu juga wabup Asman sempat menaiki ayunan tradisional Mindoa yang konon semakin tinggi berayun saat dinaiki, akan semakin membawa keberuntungan.

Ketua DPRD Enrekang asal Maiwa Idris Sadik, sudah biasa mengikuti pesta adat yang dilaksanakan secara turun temurun dan sampai saat ini prosesinya tetap dulakukan rutin serta dilesrarikan masyarakat desa.

“pesra adat Maccera Manurung dikenal sebagai pesta adat di beberapa wilayah desa di Enrekang. Selain di Matakali desa Matajang, acara ini digelar rutin pula di desa Pasang (Maiwa) dan desa Kaluppini (kecamatan Enrekang) dalam siklus waktu tertentu dan tidak bersamaan waktunya patut dilestarikan,”,aku Idris Sadik. (sam)

Leave a Reply