Andi Bunta Ibrahim Diduga Kebal Hukum

Laporan Haji Latif Hafid mengenai penyerobotan tanah yang dilakukan oleh pihak Andi Bunta Ibrahim CS tidak membuahkan hasil bahkan sangat dikecewakan.

Oleh karena itu, keluarga Haji Latif Hafid kecewa dengan balasan surat pihak polisi yang menyatakan bahwa dasar dari pelaporan itu tidak kuat, padahal sangat kuat dengan adanya pemasangan pagar seng dan baliho. Tapi aneh Andi Bunta Ibrahim sebagai otak pelaku tidak bisa disentuh oleh hukum.

Kuasa hukum Haji Latif, Haji Kamaluddin SH, MSi, Menjelaskan bahwa tanah yang terletak di Jalan isnfeksi kelurahan bangkala Kecamatan Manggala Makassar berdasarkan AJB nomor 66/ tanggal 8 Februari 2012 yang dibuat oleh camat Kecamatan Manggala Andi Syamsu Alam SE selaku PPAT. Penguasaan bidang tanah ( sporadik) tanggal 5 Juli 2013 SPPT PBB tahun 2019 atas nama Rencong yang kemudian oleh Andi Bunta Ibrahim telah memasang spanduk serta pagar seng di atas tanah itu pada bulan Mei tanpa izin dan sepengetahuan H Latif Hafit selaku pemilik tanah yang sah berdasarkan Nomor 66 Tahun 2012.

Dari Kejadian ini jelas bahwa Andi Bunta Ibrahim telah melakukan kegiatan yang melanggar hukum. Tapi anehnya hal ini sudah diketahui oleh penyidik bahwa yang bersangkutan telah melakukan pelanggaran penyerobotan. Namun penyididik enggan
mengambil tindakan terhadap Andi bunta Ibrahim.

Justru melemparkan keterangan yang tidak jelas dan melemparkan kesalahan ini kepada Syahbudin dg sijaya, menurutnya dialah pelaku yang memasang baliho sesuai balasan surat tanggal 6 Januari 2021.

Sementara dasar laporan yang disampaikan oleh Haji Latif Hafid. Adalah laporan penyerobotan. Pelakunya sudah jelas. Lokasinya sudah jelas tapi penegak hukum tidak ada tindakan. Itulah inti persoalan sebenarnya. Orang yang dinyatakan bersalah tapi tidak ditahan.(wahyuddin)

Leave a Reply