DPP APKAN RI Minta 13 Tersangka Korupsi RS Batua Segera di Tahan

Makassar, inetnews.id-—Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Aliansi Pemantau Kinerja Aparatur Negara Republik Indonesia (DPP APKAN RI), Dedi Setiady meminta pihak kepolisian untuk segera melakukan penahanan kepada 13 tersangka yang telah diumumkan oleh pihak kepolisian. Perlu dilakukan penahanan kepada 13 tersangka agar tidak melarikan diri dan tidak menghilangkan barang bukti sesuai dengan aturan hukum yang berlaku.
” kita minta pihak kepolisian untuk segera melakukan penahanan kepada para tersangka korupsi RS Batua Makassar, ” tegasnya.
Selain itu, kata Dedi kasus korupsi RS Batua makassar yang merugikan negara, patut diatensi cepat oleh pihak terkait agar masyarakat tidak banyak persepsi negatif terhadap para penegak hukum.
Sementara itu,
“Penyidik Ditreskrimsus Polda Sulsel sudah menetapkan 13 nama menjadi tersangka yang terlibat dalam pembangunan RS Batua. Kerugian negara sebesar Rp22 miliar,” ujarnya saat jumpa pers di Mapolda Sulsel, Senin (2/8).

Widony mengaku penetapan tersangka setelah adanya hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI terkait kerugian negara. Setelah hasil audit keluar, penyidik langsung melakukan gelar perkara dan menetapkan tersangka.

“Memang butuh waktu lama, karena kami menunggu hasil audit dari BPK RI. Setelah kami terima hasil audit BPK, langsung dilakukan gelar perkara,” kata dia.

Widony memaparkan, pembangunan RS Batua dikerjakan oleh PT Sultana Nugraha. Hasil penyidikan, kata Widony, bahwa pembangunan ini dianggap sebagai total lods atau dianggap tidak ada pembangunan.

“Pembangunan ini dianggap total lods. Jadi dianggap tidak ada,” kata dia.

Widony mengaku, pembangunan proyek ini terdapat kejanggalan pada konstruksinya. Widony menemukan, banyak tidak sesuai dengan spesifikasi, di antaranya basement, tangga hingga tiang penyangga bangunan rumah sakit bengkok.

“Sehingga, kesimpulan awal bahwa ada penyimpangan dalam proyek yang telah menghabiskan anggaran sebesar Rp25,5 miliar itu,” ucapnya.

Ia menegaskan dalam waktu dekat pihaknya akan merampungkan berkas perkara, sehingga bisa dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel. “Dalam waktu dekat, kita akan segera rampungkan berkas perkaranya dan dilakukan tahap 1,” bebernya.

Sementara terkait penahanan terhadap 13 orang tersangka belum dilakukan. Meski demikian, ke depan pihaknya tidak menutup kemungkinan menahan tersangka dan juga jumlah tersangka bisa bertambah.

“Kami kenakan Pasal 2 Ayat 1 Subsider Pasal 3 Undang Undang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor),” ucapnya.(*)

Leave a Reply