Dicatut Pasang Logo Bareskrim dan Kememkumham Diatas lahan 52HA, Ahli Waris Cornelis Demunik angkat Bicara

Makassar.inetnews.id —- Menyikapi dan menanggapi terkait tudingan dalam pemberitaan yang dianggap keliru dan diluruskan, dimana dalam pernyataan Andi Abdul Hakim selaku praktisi Hukum bahwa kalau memang keberatan Magdalena atau Haji intan itu merasa miliknya atau sebagian ada jalur perdata. Bukan dengan pasang papan bicara yang berlogo Bareskrim dan Kementrian Hukum dan Ham diatas tanah seluas 52 HA no.27 akhirnya ditanggapi oleh ahli waris Alm. Pangeran Cornelius Demunik yakni Hj. Magdalena Demunik Krg Intang

Hj. Magdalena Demunik Kr. Intang mengatakan bahwa sesuai dengan fakta faktanya bahwa kasus ini (tanah seluas 52HA)memang sementara di tangani oleh Mabes Polri (Bareskrim Polri) yang berdasarkan dengan surat pengaduan ke kapolri.(bukti tanda terima surat ada) dan bukan hanya itu kita juga telah mengadukan masalah ini ke Bapak Presiden RI yang berdasarkan dengan adannya kelompok melakukan penambangan diatas tanah tersebut tanpa izin tambang yang resmi, dimana mengakibatkan tanah tersebut rusak parah serta berdampak merusak lingkungan dan pemukiman. Ungkap Magdalena saat ditemui dikediamannya Rabu.(15/09/21) Malam

Jadi kami selaku ahli waris dari Pangeram Cornelis Demunnik punya hak untuk mempertahakan apa yang menjadi hak kami selaku ahli waris sehingga dengan kejadian tersebut kami laporkan bukan hanya di Polda, Polrestabes namun bahkan Kami sudah laporkan sampai keMabes Polri. Jelasnya.

Magdalena Demunik menambahkan bahwa dimana semua instasi terkait yang berhubungan dengan kasus tersebut sudah dimasukkan laporan juga termasuk ke kementrian Hak Asasi Manusia karna besar dugaan bahwa telah terjadi pelanggaran hak asasi manusia dengan cara menciplak atau mencaplok dengan kata lain menggelapkan hak Kami. bebernya

Sebelumnya juga dalam pemberitaan Abdul Hakim bahwa ada orang yang mencatut nama Bareskrim dan hukum dan ham, kalau kita sebenarnya pernah dengar presiden menyampaikan ke kapolda berantas mafia tanah kenapa ada logo Bareskrim bukan sebaliknya dan jika itu benar atau jika tidak benar hanya karena perbuatan oknum Magdanela, intan dan kuasa hukumnya karena tidak ada pengakuan di media, makanya harus diproses hukum.

Hj. Magdalena Demunik menampiknya lagi, untuk itu seseorang sebagai warga Negara asli dan hal pula telah di koordinasikan dengan instasi terkait.jadi sehubungan pemasangan papan bicara yang memakai logo Bareskrim Polri dan logo Kementrian Hukum dan Ham saya kira tidak ada yang salah oleh karna kasus ini memang di tangani oleh Mabes Polri dan kementrian hukum dan ham di jakarta, bahkan sudah ada surat balasan dari kementrian hukum dan ham untuk di tindak lanjuti secara tegas terhadap para pelaku pelaku tersebut dengan sengaja melawan hukum.

Saya Hj. Magdalena De munnik alias kr. Intang tidak mungkin berani melakukan pemasangan papan bicara kalau tidak ada koordinasi sebelumnya dan apa yang menjadi dasar alas hak kepemilikan obyek tanah tidak munkin berani berjuang menpertanhankan apa yang menjadi hak Saya dan kalau tidak kuat dan tidak lengkap secara hukum.

jadi perlu di luruskan dan di pahami secara bersama sama bahwa Mabes Polri dan kementrian hukum dan ham adala lembaga milik Negara, sedangkan Negara adalah milik Rakyat jadi apa yang menjadi pokok masalah di dalam kehidupan bermasyarakat harus menyampaikan atau melaporkan kepada instansi terkait atau kelembaga Negara.

Karena Negara indonesia ini yang kita tempati berdomisili adalah Negara hukum jadi sekecil apapun itu masaalah yang kita harus selesaikan secara hukum. Jadi perlu kami luruskan terkait pemasangan papan bicara bahwa sebelum di pasang kami melayangkan surat penyampaian kepada instasi terkait utamanya instansi setempat seperti ketua RT dan RW serta lurah Manggala dan Camat Manggala serta Polsek Manggala dan seterusnya

Sebagai tanda bahwa kami menghargai pemerintah setempat utamanya Polda dan jajaranya termasuk juga kekejaksaan.jadi tidak ada yang salah semua di lakukan sesuai prosedur hukum bagi yang memahami hukum tapi oknum yang tau hukum apalagi merasa di rugikan yang jelas hal ini tidak di terima mencari segala cara untuk menperoleh pembenaran untuk kepentigan pribadi atau kelompoknya dalam artian memperoleh keuntungan diri sendiri.

Dimana dijelaskannya bahwa tanah inikan telah banyak terjual kapling kapling yang mana korban nantinya adalah pembeli bukan penjual makanya di pasang papan bicara supaya pablik tahu bahwa diatas tanah ini ada kepemilikan diantara yang benar ada lebih benar dan diantara surat yang tua ada lagi surat yang lebih tua. Pungkasnya.

Tim

Leave a Reply