DPRD Enrekang Dinilai Tak Punya Nyali

INETnews, Gedung rakyat didatangi aliansi masyarakat Maspul membawa aspirasi beragam kritikan dari sejumlah kebijakan Pemda Enrekang yang disinyalir tidak realistis dengan akselerasi kemampuan kinerja anggaran dan pendapatan di kabupaten Enrekang.

Dalam audensi bersama anggota dewan, Aliansi masyarakat Maspul yang juga turut serta mantan Ketua DPRD Enrekang Andi Nasir dengan mantan anggota KPU Enrekang Rahmawati K. juga penggiat anti korupsi terkesan punya bobot dalam menyuarakan aspirasi persoalan yang ada.

Membuka dialog Rahmawati K. meminta kejelasan terkait rasionalitas pengadaan Randis DD 1 V dimasa pandemi yang telah disetujui DPRD Enrekang TA.2021. Selanjutnya keberanian daerah dalam mengakomodir pinjaman dana PEN yang diduga akan menimbulkan kekhawatiran membebani anggaran daerah kedepan.

“Kedua persoalan atas munculnya perdebatan tersebut yang dikhawatirkan membuat masyarakat menyuarakan pada Pemda dan DPRD Enrekang agar ditinjau secara kritis secara pemanfaatannya, termasuk dana PEN lebih terkalkulasi sehingga tidak menjadi beban masyarakat nantinya,”kata Rahmawati K. (15/9).

Lalu Andi Nasir mengkritisi adanya ketidakjelasan kesiapan dana PEN dalam mendanai proyek proyek yang sementara berjalan SPK bahkan proyek Alun alun di 11 kecamatan total anggaran 38 milyar. Dari sejumlah kegiatan proyek yang berjalan di tahun 2021 atas dana PEN tersebut ternyata memakai dana pribadi dan belum ada termen anggaran dikucurkan dari dana PEN.

“Apakah dana PEN ini bergulir setahun 2021 atau multiyears, mengingat tidak ada anggaran yang dikucurkan pada pihak ketiga setelah SPK dan pekerjaan mulai dilaksanakan sebagaimana Keppres dalam tata laksana keproyekan,” tanya Andi Nasir.

Pihak teknis dari Bappedalitbangda yang diwakili sekertaris Rahmawati Jamil dalam penjelasannya menyebut bahwa terkait dana PEN diperuntukkan dalam akselerasi meningkatkan pembangunan infrastruktur, jalan jembatan,pasar rakyat dan akses yang mendukung produksi pertanian.

Seperti jembatan Sudda sebesar 39 milyar dimaksud membantu kealancaran hasil bumi masyarakat termasuk membangun panorama wisata kuliner Enrekang di tengah delta sungai Saddang.

“Proyek dari dana PEN untuk mendukung akselerasi ekonomi daerah serta peningkatan akses ekonomi agar tumbuh lebih cepat dan saat ini sedang dalam komunikasi bersama pusat untuk pendanaan PEN multi years,”kata Rahmawati Jamil.

Suasana hearing aspirasi aliansi masyarakat Maspul, anggota DPRD Enrekang dan OPD (kabag.umum, Sekretaris Bappedalitbangda dan sekretaris Dispopar) dipimpin wakil ketua II DPRD And.Rahman Zulkarnain dengan para legislator dari Golkar,PBB,PKS dan Hanura.

“Closing statement saya, bahwa DPRD Enrekang ini tidak punya ketegasan dalam menjalankan fungsi pengawasan dengan menyetujui kemauan eksekutif semata,”ucap ketua Aliansi masyarakat koalisi Maspul Rahmawati K.(mas)

Leave a Reply