Rumah Jaga Di Duga Dirusak OTK, Pihak Ahli Waris Baciko minta PT. Bosowa Bertanggung Jawab

Inetnews.id.Makassar — Terkait lokasi tanah yang dulu namanya pantai biru dan saat ini berubah menjadi Pantai Bosowa Tanjung Merdeka berbuntut panjang antara pemilik lahan ahli Waris Daeng Nuntung dengan yang mengaku pengelola PT. Bosowa group mengakibatkan pengrusakan rumah jaga dilokasi tersebut oleh beberapa orang yang tidak dikenal (OTK) pada malam hari tanpa disaksikan pemilik lahan tepatnya di Kelurahan Tanjung Merdeka, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar 10 Oktober.

Dari keterangan salah satu Ahli Waris Alm.Baciko alias Rasyid Dg. Sila, Hj. Kumala pada media mengatakan bahwa pada malam harinya saat pengelola PT.Bosowa ingin merobohkan rumah jaga yang berada diatas tanah miliknya dengan memakai alat berat Excavator tapi tidak terjadi disebabkan adanya perseteruan di lokasi tersebut,

Lanjutnya, anehnya setelah pemilik lahan pulang, keesokan harinya rumah yang berada diatas lokasi tanah tersebut sudah rata dengan tanah bahkan tidak ada tersisa bahan rumah tersebut, kecuali hanya seng 1 lembar,”ungkap Hj. Kumala saat menggelar jumpa Pers. Diwarkop Bundu. Selasa.(12/10/21)

Lokasi yang dirusak oleh diduga OTK suruhan dari pihak PT. Bosowa Group(*)

Dijelaskannya, bahwa dirinya dan juga pemilik lahan tidak menerima atas kejadian ini terkait pengrusakan rumah yang berada dilokasi Pantai Biru yang sekarang berubah menjadi pantai Bosowa oleh orang yang tidak dikenal pada malam hari.

Oleh karena itu pemilik lahan akan menempuh jalur hukum terkait pengrusakan yang terjadi pada malam hari yang berada dilokasi Wisata Permandian Pantai Biru, terkait tapal batas yang berseteru tetap akan mengambil sikap dengan bukti-bukti yang dimilik oleh ahli waris termasuk surat rinci No. 318 C1 tahun 1964 dengan luas 3,07 Ha dengan surat Garapan No 590/10/TJM/V/2015 sampai saat ini belum pernah berubah nama apalagi dijual.

Rumah jaga yang dirusak oleh OTK di Lokasi (sebelum dibongkar – ft)

Hajja Kumala berharap agar pihak dari PT.Bosowa Group mempunyai etikat baik untuk melakukan mediasi dan menetapkan tapal batas.

“Iya, kami dari keluarga Ahli Waris berharap Pihak PT. Bosowa Group mau menyelesaikan permasalah ini secara kekeluargaan.” Tutup Hajja Kumala

Sementara dikonfirmasi pihak Kuasa Hukum PT. Bosowa Group, Budi, SH mengatakan Kalau kami tim legal masih menunggu perintah dari founder langkah apa yg akan kami ambil terkait pemberitaan, akan tetapi bila bapak ingin mengetahui perkara pidana dan LP kami, Bapak bisa konfirmasi ke Polda Sulsel Reskrimum/Unit Jatanras lt.1 (Pak Syamsir) tulis Budi melalui Chatnya

Diketahui bahwa pihak keluarga Ahli Waris masih tetap menunggu Etikat baik dari pihak PT.Bosowa.Group tersebut

Mir

Leave a Reply