“Rumah Pendidikan Narkoba” Bekal Latihan dan Pengetahuan Bahaya Obat-obatan Terlarang

Makassar,inetnews.id — Narkotika adalah zat atau obat baik yang bersifat alamiah, sintetis, maupun semi sintetis yang menimbulkan efek penurunan kesadaran, halusinasi, serta daya rangsang.

Hal itu berdasarkan didalam UU Narkotika pasal 1 ayat 1 menyatakan bahwa narkotika merupakan zat buatan atau pun yang berasal dari tanaman yang memberikan efek halusinasi, menurunnya kesadaran, serta menyebabkan kecanduan.

Sehingga baik pengguna atau pengedar Narkotika akan dikenakan UU no 35 Tahun 2009.

Maraknya peredaran Narkoba dan zat Adiktif lainnya di Indonesia, khususnya di Kota Makassar yang belakangan ini amat populer dikalangan remaja dan pemuda, sehingga mendorong Gerakan Pemerhati Penyalahgunaan Narkoba (GPPN) bekerjasama Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Julu Ati Warga Bara-Baraya Selatan menggagas sebuah “Rumah Pendidikan Narkoba”.

“Rumah Pendidikan Narkoba” merupakan wadah untuk warga mengetahui bahaya Penyalahgunaan Narkoba. Didalamnya, berbagai kegiatan materi sosialisasi dan simulasi dalam bentuk game atau permainan.

Ketua GPPN Sulawesi Selatan Faisal Hamzah mengyngkapkan “Rumah Pendidikan Narkoba” menjadi tujuan dari Sosialisasi Narkoba, mengetahui dampak dan dapat mengatasi penyalahgunaan narkoba dilingkungan masing-masing.

“Didalam Rumah Pendidikan Narkoba peserta diberikan permainan seperti Puzzle yang gunanya menambah daya nalar peserta atau warga dalam mengelaborasi permasalahan dan rasa tanggug jawab dalam menyelesaikan masalah,” kata Faisal.

Selain itu, sosialisasi bahaya dan dampak narkoba bagi kesehatan yang dapat menurunkan kesadaran seseorang apalagi dengan penggunaan terus menerus yang mengakibatkan seseorang sulit mengenal lingkungan sekitarnya.

Kata Ketua GPPN Sulsel, obat-obatan dapat menimbulkan kecanduan jika pemakaiannya berlebihan. Pemanfaatan dari zat-zat itu adalah sebagai obat penghilang nyeri serta memberikan ketenangan.

“Bahkan, dampak dari penyalahgunaan narkoba akan memperburuk kualitas hidup seseorang, keluarga menjadi kacau, akan selalu terjerat hukum bahkan memperburuk resiko kesehatan yang akan berdampak kepada kematian,” ungkap Faisal Hamzah kepada warga yang antusias mengikuti sosialisasi dan simulasi di Rumah Pendidikan Narkoba di Kantor Kelurahan Bara Baraya Selatan, Selasa (12/10).

Faisal menjelaskan berdasarkan data Badan Narkotika Nasional (BNN) mencatat sekitar 3.419.188 orang di Indonesia menyalahgunakan narkoba. Sehingga dapat dikatakan terdapat 180 dari tiap 10.000 penduduk Indonesia berumur 15 hingga 64 tahun terpapar memakai narkoba.

Kata dia, sekitar 50 orang meninggal setiap hari karena narkoba dan kerugian ekonomi maupun sosial mencapai Rp 63 triliun per tahun. Sementara secara global jumlah pengguna narkoba diperkirakan akan meningkat 11 persen sampai tahun 2030.

Selain itu, sambungnya, permasalahan penyalahgunaan narkoba di Indonesia pun juga beragam, antara lain penyelundupan narkoba lewat jalur laut oleh jaringan sindikat, peredaran narkoba jenis baru, serta penyalahgunaan oleh penduduk usia produktif 15-64 tahun.

“Maraknya permasalahan Penyalahgunaan Narkoba di tanah air memang tidak terlepas dari beberapa faktor yang mempengaruhi yang salah satunya adalah faktor ekonomi dan hal ini dapat dilihat dari prevalansi tingginya Penyalahgunaan Narkotika di Tanah Air” paparnya.

Dalam pandangan yang disampaikan oleh Ketua GPPN Sulawesi Selatan, Faisal Hamzah menilai persoalan Narkotika di Tanah air sangat kompleks untuk dikaji dan dianalisis.

“Karena selain faktor Ekonomi ada faktor lain yang berperan seperti, faktor lingkungan, keluarga dan Individu. bahkan dikatakan 27 % penyalahgunaan Narkotika disebabkan oleh faktor individu dikarenakan keinginan mencoba,” sebutnya.

Gagasan “Rumah Pendidikan Narkoba” BKM Julu Aji bekerjasama dengan GPPN Sulsel merupakan sebuah program yang akan disinergikan dengan Pengembangan Lorong Garden yang saat ini menjadi Program Pemerintah Kota Makassar.

Seperti keberadaan Lorong Pendidikan yang ditetapkan oleh Lurah Bara Baraya Selatan yang tentunya menjadi salah satu hal yang memiliki daya tarik untuk di kembangkan agar mampu mencegah segala bentuk Peredaran dan Penyalahgunaan narkoba dikalangan Pemuda dan remaja.

Leave a Reply