Aduhhh, Jaringan Smartfren di Kwatirkan Bakal Terganggu di Wilayah Gowa,Ini Penyebabnya!!!

Gowa, inetnews.id — kelancaran komunikasi sangat penting utamnya terkait penggunaan jaringan internet oleh beberapa jaringan operator selluler, baiknya jaringan tersebut sangat didukung oleh keberadaan Tower dilokasi itu.

Namun lain halnya dengan keberadaan tower yang dibangun oleh PT. IBS (Inti Bangun Sejahtera) kerjasama dengan Jaringan Smartfren. yang ternyata lokasi pembangunannya bermasalah, karena diprotes oleh pemilik lahan yang ditempati Tower tersebut.

Karena tanah tersebut bermasalah maka dikwatirkan bakal terganggu sebab pemilik lahan akan melakukan pemagaran dilokasi tersebut sehingga tidak ada lagi akses masuk ke lokasi tower tersebut jika ada masalah teknis terkait jaringan kedepannya.

Demikian dikemukakan kuasa hukum Hatija, Muhammad. Ali saat ditemui dilokasi Tower milik PT IBS di lingkungan Jeneberang, kelurahan Tompo Balang, Kec. Sombaopu. Gowa. Minggu (17/10/21).

Lanjut Ali, Dilema terbangunnya tower, saat ini masih dalam proses Polda Sulawesi Selatan. Pemilik dalam hal ini Hatija berharap semoga persoalan ini dapat selesai dengan cepat.

Sehingga barang-barang yang ada di atas lokasi tersebut segera dicabut dan dipindahkan termasuk tower yang dimiliki PT. IBS.

Mereka menganggap pembangunan tower tersebut tidak berdasarkan kan ijin dari pemilik tanah yang sah.

Disini adalah PT.IBS melakukan transaksi dengan Muhammad Amir Tarru yang bukan sebagai pemilik sah tanah tersebut,

“karena itu kami minta kepada Dia yang mengaku dan pihak yang mendirikan tower di atas lokasi tersebut agar segera dicabut. Karena lokasi tersebut milik saya.” kata Hatija beberapa waktu lalu.

Supaya ada kejelasan bahwa Tarru telah melakukan perbuatan melawan hukum yakni melakukan transaksi secara sepihak dengan Pihak IBS. Untuk dibangun Tower pada tanah milik Hatijah. tambah Muh. Ali

Diketahui kLain kepemilikan antara kedua berujung panjang. Namun kepemilikan Hatijah pada lokasi tempat berdirinya Tower lebih kuat daripada Rivalnya juga sepupunya sendiri Amir Tarru lebih kuat dasarnya.

Kepemilikan Hatijah mendapat dukungan dari sepupunya sendiri melalui tanda tangan dan menunjuk lokasi tersebut adalah milik Hatija di atas materai.

Karena itu para keluarga mendorong Hatija/Sangkala supaya lokasinya tersebut di pagar dan tidak diganggu oleh siapapun termasuk PT. IBS selaku pemilik Tower. kunci Ali.(*)

Leave a Reply