Peneliti Unhas Temukan Manfaat Gizi Dangke Bagi Ibu Hamil

INETnews, Popularitas dangke (susu sapi padat) yang populer sebagai makanan olahan khas lokal dari produk Enrekang menarik minat kalangan peneliti.

Satu peneliti S2 Unhas Makassar, atas komposisi kandungan gizi dan manfaat pada metabolisme tubuh (Ibu Hamil) telah dipublikasikan sebagai kuliner bergizi tinggi. Sebagai jenis kuliner, yang tidak hanya lezat, tetapi juga kaya manfaat.

“Salah satunya dangke hasil khas lokal, sebagai makanan yang terbuat dari susu yang dipadatkan (Dangke) ternyata sangat bermanfaat untuk ibu hamil,” kata peneliti Rika Riyandani, S.ST.,M.Keb (22/10).

Sebagai dosen di Makassar, Rika Riyandani, S.ST.,M.Keb telah menuntaskan penelitian manfaat dangke tersebut berjudul “Efektivitas Keripuk Dangke Terhadap Peningkatan Asupan Gizi dan Kadar Hemoglobin Ibu Hamil Anemia di Kabupaten Enrekang”.

Disertasi yang sempat mencuri perhatian para dosen dan seprofesi peneliti lain, kini tengah ditindaklanjuti oleh tim dari Universitas Hasanuddin (UNHAS) Makassar.

Penelitiannya ini bahkan telah dipublikasi pada Jurnal Internasional yang terindeks SCOPUS. Sebagai informasi, jurnal yang terindeks SCOPUS adalah idaman setiap peneliti.

Bagi dosen kelahiran Garege, 13 Maret 1991 ini, produk kearifan lokal Enrekang dapat meningkatkan derajat kesehatan dan kesejahteraan khususnya ibu hamil.
Menurut Rika Riyandani, dari penelitian kerupuk dangke didapati mengandung zat gizi yang tinggi. Terutama protein yang berperan penting dalam metabolisme zat besi.

Zat besi ini sangat berpengaruh dalam proses pembentukan hemoglobin dalam tubuh untuk mencegah anemia.

Kerupuk dangke yang terjual di pasaran tidak menempatkan dangke sebagai bahan pokok melainkan sebagai bahan/komposisi pelengkap. Untuk itu dibuatlah suatu formula/resep kerupuk dangke yang kadar jumlah zat gizi yang lebih tinggi.

“Terbukti meningkatkan kadar hemoglobin darah ibu yang menjadi indicator seorang ibu anemia atau tidak,” urai Rika.

Ia pun berharap, hasil penelitian ini akan lahir kreasi dan inovasi olahan dari dangke sebagai makanan khas Enrekang yang kaya akan gizi, dan menjadikan dangke sebagai oleh-oleh khas Enrekang dikenal di skala Nasional maupun Internasional.

Terkait tim Pasca Sarjana Unhas Jurusan S2 Kebidanan yang diketuai Dr. Mardiana Ahmad, M.Keb bertandang ke Enrekang dan meminta izin langsung Bupati Muslimin Bando, untuk menindaklanjuti hasil penelitian tersebut.

“Asupan gizi yang cukup pada 1000 HPK (Hari Pertama Kehidupan, red) sangat penting guna mencegah stunting. Mengingat angka stunting yang cukup tinggi. Karena itu kita berharap bisa membantu lewat beberapa kegiatan,”kata Dr Mardiana.

Rencananya tim peneliti memfokuskan penelitian lanjutan menjadikan dangke dan olahannya menjadi peta penelitian kalangan mahasiswa S2 kebidanan di Unhas hingga tahun 2024.”Ini akan dilakukan di kecamatan Cendana sebagai daerah binaan,”katanya.

Bupati MB menyambut baik maksud dari UNHAS ini. Ia menyatakan kesiapannya mensupport penelitian itu lebih lanjut.

“Ini sungguh kabar baik, meski sejak dulu manfaat dangke sudah terkenal, dengan penelitian ini apalagi didukung oleh UNHAS, tentu diharap membawa manfaat lebih pada masyarakat kita,” kata Bupati.

Tim dari UNHAS juga mengunjungi peternakan sapi perah dan olah dangke di Dusun Panette Desa Lebang, kemudian edukasi dan sosialisasi pengolahan Dangke dan Pulu Mandoti untuk Ibu Hamil dan Menyusui di Puskesmas Kabere Kecamatan Cendana. (mas)

Leave a Reply