Status Tahanan Kota Dua Tersangka Diduga Kasus Tambang Emas Ilegal Kepergok Di Jakarta.

Kotamobagu (Inetnews), Citra penegakan hukum kembali tercoreng dengan mencuatnya bebasnya dua orang tersangka Gusri Lewan Cs tersangka dugaan kasus tambang ilegal yang ditangani Kejari Kotamobagu.

Kedua tersangka yakni Gusri Lewan (GL) dan Stenly Waisang (LS) status tahanan kota,sedang proses hukum penanganan kasus perusak lingkungan dalam hal Pengolahan Emas Tanpa Ijin (PETI) di Kejaksaan Negeri Kota Kotamobagu dan status tahanan kota mendapat keistimewaan.

Keduanya GL dan SW itu lolos klenong klenong ke Jakarta tanpa tujuan jelas begitu (P21) ditangan penahanan kejaksaan dalam status tahanan rumah ternyata berangkat ke jakarta.

“kedua tersangka diduga terlibat sebagai pelaku perusak lingkungan dalam kasus pengolahan Emas tanpa ijin (PETI) diwilayah polres Kotamobagu,seakan dibebaskan berkeliaran setelah menjadi tahanan kota kejaksaan setempat,”ujar Mata Elang LSM-LIRA (24/8).

Dikatakannya, Kedua tersangka pasca pelimpahan penyidikan Polres Kotamobagu (P-21) Gusri Lewan dan Stenly Wuisang ini diendus tidak berada dalam tahanan kota
akan tetapi kedua tersangka bebas ke jakarta.

Kasus berat menderanya diduga pelaku PETI dilokasi pegunungan Potolo , desa Tanoyan Kecamatan Lolayan Bolaang Mongondow ini tak berada ditempat.”seketika diserahkan pada Kejaksaan Negeri Kotamobagu hari itu juga (28/06) kedua tersangka berstatus Tahanan Kota dan Keesokan harinya disusul Gusri Lewan terbang ke Jakarta,”ucap Mata Elang.

Kata dia, dari keganjilan penerapan hukum sebagaimana Undang Undang telah diatur seperti dalam Pasal 22 Ayat (1) huruf c KUHP. Bahwa penahanan Kota di laksakan di kota tempat tinggal kediaman tersangka atau terdakwa, dengan kewajiban tersangka atau terdakwa melapor diri pada waktu yang ditentukan.

“mestinya kedua tersangka atau terdakwa hanya boleh keluar rumah atau kota dengan seizin dari Penyidik, Penuntut Umum atau Hakim yang memberi perintah penahanan,”jelasnya.

Juga kalangan masyarakat setempat pun bereaksi dengan banyak asumsi beragam
Sepertinya aturan atau Undang Undang ini tidak berlaku bagi kedua tersangka (Gusri L-Stenly W).

“anehnya bisa dibilang begitu. masyarakat sangat apriori serta kecewa, buktinya sesuai temuan Mata Elang LSM-LIRA,Gusri Lewan terbang ke Jakarta dalam status tahanan rumah,” paparnya.

Lanjut Mata Elang LIRA, lolosnya para tersangka sangatlah janggal,akan tetapi muncul fakta jika tahanan berstatus Tahanan Rumah sekarang ini lagi berkunjung ke Kantor Markas Besar Polisi Republik Indonesia (MABES POLRI).

Bahkan informasi kedatangan mereka (Gusri Lewan Cs) ke Mabes polri jakarta membawa satu misi yaitu ingin melengserkan Kapolda Sulawesi Utara Irjen Pol Drs Royke Lumowa,SH.MM

Dan kami (Mata Elang LIRA) dapat diatensi Kajari Kotamobagu bahwasanya sekarang ini ada sebanyak 66 (enam puluh enam) para Kajari sedang proses dimutasi,walau bersifat dugaan sementara, posisi Kajari Kotamobagu ini belum mendapatkan mutasi oleh karena terlilit aroma tambang Ilegal dinilai penanganan kasusnya kurang tertangani baik.

Masih dia,sangat disayangkan bila hal ini dibiarkan, bayangkan seorang berstatus Tahanan Rumah bisa mengatur Institusi Polri, bahkan sangat berlebihan ambisi mereka untuk penggantinya Kapolda Sulut itu (Gusri Lewan Cs) sudah siapkan.

“terlihat arogannya dengan perlakuan ini punya ambisi menggoyang jabatan kapolda Su Lut, sangatlah tidak etis bila tidak ditindaklanjuti,”jelas Mata Elang LSM-LIRA.

Hasil konfirmasi dengan Gusri Lewan via ponselnya mengatakan, Minggu yang lalu saya barusan pulang dari Jakarta, saya didampingi oleh Heru Magir, namun saat pulang Heru Magir sudah tidak ketemu lagi sampai hari ini.

Tambah Gusri Lewan, saya akan menghubungi Tim kami yang ada di Kotamobagu untuk membicarakan rencana yang sudah di sampaikan di Mabes Polri ruang Bareskrim,”jelasnya.

Dari Media mencoba menghubungi Heru Magir lewat ponselnya menjelaskan bahwa keberangkatan Gusri Lewan ke Jakarta atas sepengetahuan Kejaksaan Negeri Kotamobagu.

“tidak ada hubungannya sama sekali dengan keberangkatan kami ke Jakarta, semestinya pertanyaan ini domainnya bukan ke saya (Heru Magir), tapi tanyakan ke Kejaksaan Negeri Kotamobagu,”kilahnya.

Ditanya atas dugaan Heru Magir meminta-minta sejumlah uang pada pelaku Ilegal, ia pun mengelak sambil mengeluarkan kata ancaman, akan menghancurkan Gusri Lewan jika ini benar diomongkannya pada orang.

“saya tidak pernah melakukan penagihan ataupun meminta uang pada siapapun di Kotamobagu sana,”berang Heru Magir.(mas)

Leave a Reply