Dampingi pembelajaran ditengah Pandemi COVID 19

Mahasiswa KKA UM Buton

Tingginya angka terinfeksi firus korona di Indonesia 291,182 orang dan meninggal dunia sebanyak 10,856, dan provinsi Sulawesi Tenggara menjadi salah satu provinsi yang terdampak COVID 19.

Tingginya angka terkonfirmasi COVID 19 maka, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara melalui pemerintah daerah kabupaten dan kota mengeluarkan PERDA maupun PERWALI terkait dengan penangan dampak Virus Korona yang semakin meningkat di beberapa Kabupaten/Kota disulawesi Tenggara. Daerah dengan Kategori Zona Merah atau Zona Bahaya, tentunya dapat memberikan dampak serius terhadap aktivitas masyarakat.

Ditetapkannya Provinsi Sulawesi Tenggara sebagai Daerah dengan angka terkonfirmasi COVID tertinggi ke 3 di Indonesia, maka segalah aktivitas masyarakat berdasarkan Protokol Kesehatan guna mencegah dan memutus mata rantai penyebaran COVID 19.  Dampak yang serius yang ditimbulkan ialah masalah ekonomi, Sosial dan Pendidikan.

Di beberapa daerah tertentu belum mendapatkan pelayanan pendidikan yang maksimal ditengah pandemic COVID 19 ini, disaat daerah-daerah lain mendapatkan pelayanan pendidikan lewat VIA ZOOM dan berbagai media lainnya, sehingga proses belajar tetatp berlangsung. Apakah yang menjadi kendalah utama bagi Daerah  tertinggal, terdalam dan terdepan (3T) antara lain akses internet, tekanan Ekonomi dan Tingkat Pendidikan Masyarakat. Faktor inilah yang menjadi penghambat terlaksananya proses belajar.

Mengamati situasi ini, Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Buton dalam program Kulia Kerja Amalia (KKA) dengan tema “ Penanggulangan COVID 19” maka program utama mahasiswa ialah Pendampingan Keterlibatan Orang tua dalam Pembelajaran ditengah Pandemi KOVID 19 bersama pemerintah, sekolah, keluarga dan masyarakat.

Program pendampingan ini bertujuan memberikan edukasi pentingnya Keterlibatan Orang tua dalam pembelajaran anak selama dirumah, Pendampingan dilakukan dengan kunjungan keruma keluarga yang memiliki anak Taman Kanak-Kanak (TK)/PAUD) untuk didampingi terkait Parenting Education berupa keterlibatan orang tua dalam kegiatan pendidikan bagi orang tua untuk menciptakan lingkungan rumah yang mendukung anak sebagai pelajar dan mendapatkan informasi tentang kesehatan, keamanan, gizi dan setiap hal yang berhubungan dengan perkembangan anak untuk menjaga kesehatan jasmani dan rohani anak ditengah pandemic COVID 19.  

Selain itu, mahasiswa juga mendampingi Keterlibatan dalam bentuk komunikasi antara orang tua dengan pihak sekolah., untuk mengetahui tahapan perkembangan anak, materi pembelajaran, tentang kesehatan anak dan perilaku anak. Selain itu, mahasiswa juga mendampingi orang tua dalam pembelajaran di rumah berdasarkan kegiatan yang ada di sekolah, seperti membantu anak mengerjakan tugas di rumah, membacakan buku cerita anak, menulis, menghitung, menggambar, melukis, meronce dan kegiatan fisik motoric lainnya, sehingga pembelajaran tetap terlakasana walaupun ditengah pandemic COVID 19.

Orang tua berperan sebagai pendamping dan fasilitator anak dalam mengajar dan membimbing. Tidak kalah pentingnya   mahasiswa juga mendampingi Keterlibatan orang tua dalam membuat keputusan disekolah sebagai perwujudan orang tua terhadap lembaga pendidikan tempat anak belajar. Tanggung jawab orang tua dinilai menjadi andil bagi keberlangsungan kegiatan di sekolah, dengan memiliki rasa empati dan penuh tanggung jawab maka akan menjadi suatu tolok ukur bagi keputusan pembelajaran berikut tengah pandemic COVID 19.

Keterlibatan orang tua, guru dan masyarakat secara bersama-sama meningkatkan kualitas sekolah, seperti dalam layanan kesehatan, kelompok budaya, rekreasi, dan kegiatan lainnya yang memerlukan kontribusi masyarakat atau juga sebaliknya.

Adanya kolaborasi yang baik dalam kegiatan dengan masyarakat secara bersama-sama guna mengembangkan dan meningkatkan kualitas pembelajaran dan pendidikan demi tercapainya tujuan pendidikan yang idamkan secara bersama-sama meskipun ditengah pandemic COVID 19. Kegiatan Pendampingan ini diaharapkan dapat menjadi model pembelajaran bagi anak usia dini ditengah pandemic COVID 19, khususnya didaerah yang belum memiliki akses internet yang baik, sehingga pembelajaran secara daring tidak dapat dilakukan.

Dampingi pembelajaran ditengah Pandemi COVID 19

Tingginya angka terinfeksi firus korona di Indonesia 291,182 orang dan meninggal dunia sebanyak 10,856, dan provinsi Sulawesi Tenggara menjadi salah satu provinsi yang terdampak COVID 19.

Tingginya angka terkonfirmasi COVID 19 maka, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara melalui pemerintah daerah kabupaten dan kota mengeluarkan PERDA maupun PERWALI terkait dengan penangan dampak Virus Korona yang semakin meningkat di beberapa Kabupaten/Kota disulawesi Tenggara. Daerah dengan Kategori Zona Merah atau Zona Bahaya, tentunya dapat memberikan dampak serius terhadap aktivitas masyarakat.

Ditetapkannya Provinsi Sulawesi Tenggara sebagai Daerah dengan angka terkonfirmasi COVID tertinggi ke 3 di Indonesia, maka segalah aktivitas masyarakat berdasarkan Protokol Kesehatan guna mencegah dan memutus mata rantai penyebaran COVID 19.  Dampak yang serius yang ditimbulkan ialah masalah ekonomi, Sosial dan Pendidikan.

Di beberapa daerah tertentu belum mendapatkan pelayanan pendidikan yang maksimal ditengah pandemic COVID 19 ini, disaat daerah-daerah lain mendapatkan pelayanan pendidikan lewat VIA ZOOM dan berbagai media lainnya, sehingga proses belajar tetatp berlangsung. Apakah yang menjadi kendalah utama bagi Daerah  tertinggal, terdalam dan terdepan (3T) antara lain akses internet, tekanan Ekonomi dan Tingkat Pendidikan Masyarakat. Faktor inilah yang menjadi penghambat terlaksananya proses belajar.

Mengamati situasi ini, Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Buton dalam program Kulia Kerja Amalia (KKA) dengan tema “ Penanggulangan COVID 19” maka program utama mahasiswa ialah Pendampingan Keterlibatan Orang tua dalam Pembelajaran ditengah Pandemi KOVID 19 bersama pemerintah, sekolah, keluarga dan masyarakat.

Program pendampingan ini bertujuan memberikan edukasi pentingnya Keterlibatan Orang tua dalam pembelajaran anak selama dirumah, Pendampingan dilakukan dengan kunjungan keruma keluarga yang memiliki anak Taman Kanak-Kanak (TK)/PAUD) untuk didampingi terkait Parenting Education berupa keterlibatan orang tua dalam kegiatan pendidikan bagi orang tua untuk menciptakan lingkungan rumah yang mendukung anak sebagai pelajar dan mendapatkan informasi tentang kesehatan, keamanan, gizi dan setiap hal yang berhubungan dengan perkembangan anak untuk menjaga kesehatan jasmani dan rohani anak ditengah pandemic COVID 19.  

Selain itu, mahasiswa juga mendampingi Keterlibatan dalam bentuk komunikasi antara orang tua dengan pihak sekolah., untuk mengetahui tahapan perkembangan anak, materi pembelajaran, tentang kesehatan anak dan perilaku anak. Selain itu, mahasiswa juga mendampingi orang tua dalam pembelajaran di rumah berdasarkan kegiatan yang ada di sekolah, seperti membantu anak mengerjakan tugas di rumah, membacakan buku cerita anak, menulis, menghitung, menggambar, melukis, meronce dan kegiatan fisik motoric lainnya, sehingga pembelajaran tetap terlakasana walaupun ditengah pandemic COVID 19.

Orang tua berperan sebagai pendamping dan fasilitator anak dalam mengajar dan membimbing. Tidak kalah pentingnya   mahasiswa juga mendampingi Keterlibatan orang tua dalam membuat keputusan disekolah sebagai perwujudan orang tua terhadap lembaga pendidikan tempat anak belajar. Tanggung jawab orang tua dinilai menjadi andil bagi keberlangsungan kegiatan di sekolah, dengan memiliki rasa empati dan penuh tanggung jawab maka akan menjadi suatu tolok ukur bagi keputusan pembelajaran berikut tengah pandemic COVID 19.

Keterlibatan orang tua, guru dan masyarakat secara bersama-sama meningkatkan kualitas sekolah, seperti dalam layanan kesehatan, kelompok budaya, rekreasi, dan kegiatan lainnya yang memerlukan kontribusi masyarakat atau juga sebaliknya.

Adanya kolaborasi yang baik dalam kegiatan dengan masyarakat secara bersama-sama guna mengembangkan dan meningkatkan kualitas pembelajaran dan pendidikan demi tercapainya tujuan pendidikan yang idamkan secara bersama-sama meskipun ditengah pandemic COVID 19. Kegiatan Pendampingan ini diaharapkan dapat menjadi model pembelajaran bagi anak usia dini ditengah pandemic COVID 19, khususnya didaerah yang belum memiliki akses internet yang baik, sehingga pembelajaran secara daring tidak dapat dilakukan.

Leave a Reply