Muharam ; La Ode Meteor Harus Ditangkap, Kapolres Muna Siap Mundur Jika Berpihak.

Inetnews.id – MUNA, Di duga sebagai dalang utama terjadinya kekacauan antara kubu Pasangan Calon Rajiun – La Pili (RAPI) dan Paslon Rusman – Bachrun, di Posko Rusman – Bachrun di Jalan Sutan Syahrir, La Ode Meteor harus di tangkap.

Kalau Pihak Polres Muna tidak bisa mengambil tindakan, maka kami sendiri yang akan melakukan tindakan sendiri untuk menangkap La Ode Meteor.

Hal itu ditegaskan Muharam, Ketua Satgas Paslon RAPI, di hadapan Kapolres Muna, AKBP Debby Asri Nugroho dan Kasat Reskrimnya, Iptu Hamkah, ketika melakukan aksi demo yang di hadiri ratusan massa saat mendatangi Markas Polres (Mapolres) Muna, guna meminta ke adilan dalam penanganan kasus kasus kriminal yang terjadi di Pilkada Muna saat ini.

” Kami minta kepada Polres Muna untuk berlaku adil pada persoalan yang terjadi ini. Laporan kami sudah 6 hingga 7 bulan lamanya kita masukkan sampai hari ini penanganannya hanya menunggu waktu terus menerus dan sepertinya tidak jelas. Mereka (Kubu Paslon Rusman – Bachrun) melapor selang beberapa jam orang kita langsung di amankan. Sementara persoalan itu berawal dari mereka,” Ungkap Ketua Satgas RAPI itu.

Lanjut Muharam, sebelumnya Polres Muna meminta waktu selama 48 jam untuk mengamankan provokator kerusuhan itu, saat pertemuan dengan pihaknya di Mapolres Muna. Namun anehnya sampai saat ini peovokator itu belum

“Kami menuntut Polres Muna, agar dua orang teman kami segera dikeluarkan sambil menunggu provokator dari tim sebelah ditangkap. Jika belum dikasih keluar sampai jam 5 sebentar, saya jamin, kami akan datang lagi dengan masa yang lebih banyak, ” Ucapnya, seraya memerintahkan massa aksi yang hadir bubar bersama sama menuju posko RAPI.

Menanggapi permintaan massa aksi demo itu, AKBP Debby Asri Nugroho, meminta untuk diberikan waktu dalam menyikapi persoalan tersebut karena pihaknya dalam menangani persoalan tersebut memiliki cara dan strategi tersendiri. Namun lagi lagi semua ini hanya persoalan waktu saja.

” Kami masih membutuhkan waktu untuk melakukan upaya penangkapan. Untuk penyidikan sudah selesai dilakukan tinggal tehnisnya saja. Semua itu tinggal waktu saja,” terangnya.

Kapolres Muna pengganti AKBP Agung Ramos P Sinaga itu memantik persoalan Pilkada ini, dengan tegas Ia mengatakan, jika terbukti Polres Muna ada keberpihakan kepada salah satu Paslon, maka dirinya siap mundur dari jabatannya.

“Saya siap mundur jika terbukti ada keberpihakan. Siapapun yang bermasalah akan kami proses,” Tegasnya. (Alan).

.

Leave a Reply