Rumat Adat Bolaang Mongondow Kotamobagu 10 Tahun Terbengkalai

Kotamobagu, inetnews. id—Rumah adat Bolaang Mogondow gedung Bobakidan yang diresmikan oleh Gubernur 4 mei 1986 kotamobagu yang dulunya tempat pertemuan para sesepuh kerajaan, kini mulai terbengkalai akibat tidak adanya perhatian pemerintah setempat termasuk walikota yang telah menjabat dua periode.

Tidak adanya perhatian pemerintah setempat terhadap situs budaya utamanya rumah adat di kotamobagu  ditakutkan akan hilang kedepannya. Demikian dikemukakan salah seorang penjaga rumah adat  Aisha Bushari kepada inetnews.id belum lama ini.


Menurutnya telah beberapa kali bermohon ke pemerintah setempat untuk melakukan perbaikan, namun sampai saat ini belum ada respon sehingga kelihatan tidak terawat dengan baik.
Padahal kata Aisha ,ada banyak kunjungan dari beberapa daerah luar untuk melihat langsung kondisi rumah adat tersebut.
” banyak yang berkunjung untuk melihat langsung rumah ini, termasuk bapak yang dari Gowa Sulsel, ”  tegasnya.


Lanjut Aisha pemerintah setempat dalam hal ini Walikota Mobagu, sudah menjabat dua periode namun belum ada samasekali bantuan untuk renovasi rumah adat tersebut.
Sementara itu, Ahmadi Pallaki dari Dewan Pimpinan Pusat Aliansi Pemantau Kinerja Aparat Negara (DPP APKAN RI) saat ditemui dilokasi rumah adat mengatakan, sangat prihatin melihat kondisi rumah adat yang terbengkalai.

Rumah adat ini merupakan salah satu simbol daerah sehingga apabila ada kunjungan wisata bukan menanyakan kantor walikota akan tetapi situs budaya termasuk rumah adat daerah ini sehingga jika tidak terawat sungguh sangat disayankan.
Kita berharap pemerintah setempat ada perhatian terhadap situs budaya ini, sehingga kunjungan kunjungan wisata bisa berjalan dengan baik. Namun kata Ahmadi kondisi rumah adat saat ini sangat buruk dan apabila tidak dibenahi akan rusak dan tidak bisa digunakan lagi.
” kita harapkan walikota turun tangan bantu perbaikan rumah adat tersebut,demi nama baik kotamobagu kedepannya, ” tegasnya.

Leave a Reply