Semua Provinsi di Pulau Jawa Alami Penurunan Nilai Tukar Petani



SURABAYA (inetnews.id) – Dari lima Provinsi di Pulau Jawa yang melakukan penghitungan Nilai Tukar Petani (NTP) pada bulan April 2020, ternyata semua provinsi mengalami penurunan NTP. Namun,  enurunan NTP terbesar terjadi di Provinsi Banten sebesar 2,26 persen, diikuti Provinsi Jawa Timur dan Jawa Barat sebesar 2,01 persen, Provinsi Jawa Tengah sebesar 1,58 persen, dan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta sebesar 1,19 persen. 

Kata Kepala Badan Pusat Statistik  (BPS) Jawa Timur, Dadang Hardiwan,  Nilai Tukar Petani (NTP) Jawa Timur bulan April 2020 turun 2,01 persen dari 101,47 menjadi 99,43.

“Penurunan NTP ini disebabkan karena indeks harga yang diterima petani (It) mengalami penurunan, sedangkan indeks harga yang dibayar petani (Ib) mengalami kenaikan, “ujar Dadang Hardiwan dalam jumpa persnya, Senin (4/5) 2020 melalui aplikasi Zoom  di Surabaya.  

Pada bulan April 2020, empat subsektor pertanian mengalami penurunan NTP dan satu subsektor mengalami kenaikan. Subsektor yang mengalami penurunan NTP terbesar terjadi pada subsektor Hortikultura sebesar 2,93 persen dari 103,44 menjadi 100,41, diikuti  subsektor Perikanan sebesar 2,36 persen dari 97,51 menjadi 95,21, subsektor Peternakan sebesar 2,26 persen dari 99,79 menjadi  97,53 dan subsektor Tanaman Pangan sebesar 2,03 persen dari 102,57  menjadi 100,48. Sedangkan subsektor yang mengalami kenaikan NTP  adalah  subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat sebesar 0,26 persen dari 97,58 menjadi 97,84. (hm)

Leave a Reply