Jubir RAPI: Pusing Karena Surveinya Kalah, Diduga Petahana Bakal Beli Suara Rakyat

Inetnews.id – MUNA, Dua Lembaga Survei berdasarkan hasil riset yang di lakukannya dalam rangka Pilkada Kabupaten Muna Sulawesi Tenggara (Sultra), 9 Desember 2020 nanti, mengunggulkan Pasangan Calon (Paslon) LM Rajiun Tumada – H La Pili (RAPI) dari pada Petahana. Pasalnya hasil survei yang dilakukan terhadap Petahana sangat rendah.

Teranyar akibat kalah survei terhadap Paslon RAPI, petahana di duga bakal membeli suara rakyat dengan berbagai metode untuk mempertahankan Kekuasaannya di Pilkada Muna kali ini.

Hal itu di ungkapkan Juru Bicara RAPI, kepada Inetnews.id, pada Kamis (3/12/20). Katanya, semestinya Petahana menjual Prestasinya selama ia menjabat, bukan mesti harus membeli Suara Rakyat. Petahana yang menggunakan metode beli suara atau money politic untuk memenangkan Pilkada membuktikan bahwa dia tak punya prestasi. Sehingga ia tampil dengan tidak punya kepercayaan diri untuk memenangkan hati rakyat dan hasilnya menjadikan surveinya rendah.
.

“Track Record kepemimpinan Rusman Emba selama periode pertama sangat buruk. Janji politik saat kampanye di tahun 2015 lalu juga hampir tidak ada yang dipenuhi. Janji politiknya kepada rakyat yang tertuang dalam RPJMD dikhianati dengan melakukan perubahan RPJMD. Situasi ini otomatis melukai hati rakyat serta menghilangkan kepercayaan dirinya untuk bisa merebut kembali hati rakyat. Pola – pola intervensi dan intimidasi dengan memanfaatkan program PKH dan Bedah Rumah yang terindikasi dilakukan secara masif oleh perangkat pemerintah juga hasilnya tidak maksimal dalam rangka mendongkrak dukungan suara terhadap Rusman. Maka pilihan terakhir, kemungkinan Rusman akan melakukan Money Politic atau beli suara” jelasnya.

Dengan hasil survei BSI dan Fixpoll yang telah di publikasi, Kata Wahid hasilnya tidak berbeda jauh dan Kedua hasil Survei itu adalah data paling baru yang diambil di akhir november. Data riset kedua lembaga itu jelas lebih akurat dan lebih realistis dibanding survey THI yang mengambil data di bulan oktober yang juga diduga pesanan Rusman.

” Hasil ini jelas membuat Rusman stress sehingga cara terakhir yang akan mereka lakukan adalah dengan membeli suara. Bukan hanya itu dugaan kami mereka juga mendesain konflik. Namun kami sudah membaca ini sejak jauh hari dan sudah ada persiapan untuk mengantisipasi pola – pola tersebut. Kami akan terus mengawal agar masyarakat memilih sesuai dengan hati nuraninya, karena masyarakat sangat menginginkan untuk ganti rasa,” paparnya.

Saat ditanya apakah Paslon RAPI juga akan melakukan Money Politic? Jubir Paslon RAPI itu mengatakan bahwa langkah yang akan dilakukan oleh pihaknya tidak akan meniru gaya mereka. Karena hal itu membuat Muna menjadi buruk dan contohnya di kepemimpinan mereka selama ini tak ada kemajuan dengan cara cara money politik yang mereka lakukan selama ini. Namun kami, di menit akhir pertarungan Pilkada hanyalah menjaga dan mengawal suara kemenangan RaPi.

“Paslon RAPI sesungguhnya sejak oktober sudah meraih dukungan terbanyak. Itu semua kita melakukan pendataan bersama Tim dengan cara door to door. Alhasil paslon RAPI mendapatkan dukungan terbanyak. Dari hasil pendataan itu kami telah mengetahui mana masyarakat pemilih RAPI dan mana pemilih Petahana serta pemilih yang masih belum menentukan pilihannya,” Ucapnya.

Lebih jauh dikatakannya, dengan adanya hasil survei dari dua lembaga Survei itu, membuat keyakinan kami semakin sempurnah akan kemenangan RAPI di Pilkada ini. Dan saat ini, kami telah memerintahkan Tim untuk menjaga dan mengawal suara – suara kemenangan itu.
” Pak Rajiun Tumada, sejak di Pilkada Muna Barat tidak suka melakukan money politic. Tetapi jika lawan mencoba mempengruhi pilihan rakyat dengan uang, maka tim – tim kami juga akan siapkan untuk menetralisir kembali perlakuan money politik pihak sebelah. Namun insya Allah kita tetap pada tujuan awal mengajak masyarakat untuk membawa Demokrasi ini untuk sejajar bersama martabat Wuna,” tutupnya.(Aland).

Leave a Reply