Harga Cabe Picu Naiknya Inflasi Jawa Timur

SURABAYA, (inetnews.id) – Meloncaknya harga cabe rawit, ternyata memicu peningkatan inflasi di Provinsi Jawa Timur (Jatim) hingga 0,16 persen pada bulan Juli 2019. Selain harga cabe juga harga emas dan daging ayam ras. Meski begitu lebih rendah dibanding inflasi nasional sebesar 0, 31 persen.

Jika dibanding inflasi tahun 2018 pada bulan yang sama, maka inflasi Jatim masin terbilang mengalami penigkatan yang begitu tinggi. Sebab inflasi bulan Juli 2019 hanya sebesar sebesar 0,07 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, Teguh Pramono, mengatakan, apabila dilihat trend musiman setiap bulan Juli selama sepuluh tahun terakhir (2010-2019), seluruhnya terjadi inflasi. Bulan Juli 2013 merupakan inflasi tertinggi yaitu sebesar 2,96 persen. Sedangkan inflasi terendah terjadi pada bulan Juli 2018 sebesar 0,07 persen.

Penghitungan angka inflasi di 8 kota Indeks Harga Konsumen (IHK) di Jawa Timur selama Juli 2019, enam kota mengalami inflasi dan dua kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kediri yaitu mencapai 0,44 persen, diikuti Banyuwangi sebesar 0,39 persen, Jember sebesar 0,24 persen, Malang sebesar 0,20 persen, Madiun sebesar 0,17 persen, dan Surabaya sebesar 0,11 persen

“Dua  kota yang mengami deflasi adalah Sumenep sebesar 0,08 dan Probolinggo sebesar 0,05 persen,” ujar Teguh di kantornya, Surabaya, Kamis (1/8/2019).

Siaran pers yang diterima redaksi menyebutkan dari tujuh kelompok pengeluaran, enam kelompok mengalami inflasi dan satu kelompok mengalami deflasi. Kelompok yang mengalami inflasi tertinggi adalah kelompok Sandang sebesar 0,93 persen, sedangkan kelompok yang mengalami deflasi adalah kelompok Transpor, Komunikasi, dan Jasa Keuangan sebesar 0,63 persen.

Sementara komoditas utama yang memberikan andil terbesar terhadap inflasi Jawa Timur bulan Juli 2019, ialah cabai rawit, emas perhiasan, dan daging ayam ras. Sedangkan komoditas yang memberikan andil terbesar deflasi ialah angkutan udara, tarif kereta api, dan angkutan antar kota.

Sedangkan laju inflasi tahun kalender Jawa Timur di bulan Juli 2019 mencapai 1,32 persen, sedangkan tingkat inflasi tahun ke tahun (Juli 2019 terhadap Juli 2018) mencapai 2,50 persen

Dikatakannya, pada Juli 2019 kelompok inti mengalami inflasi sebesar 0,16 persen, komponen yang diatur pemerintah mengalami deflasi 0,55 persen, dan komponen bergejolak mengalami inflasi sebesar 0,96 persen.

Leave a Reply